FEB UI: Perguruan Tinggi Harus Adaptif Ubah Kurikulum dan Dorong Pemagangan Berdampak

FEB UI: Perguruan Tinggi Harus Adaptif Ubah Kurikulum dan Dorong Pemagangan Berdampak

Nusantaratv.com - 12 Oktober 2026

Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia., Aryana Satrya, S.T., M.M., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. dalam program Merah Putih Paradoks Indonesia di Nusantara TV
Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia., Aryana Satrya, S.T., M.M., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. dalam program Merah Putih Paradoks Indonesia di Nusantara TV

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia., Aryana Satrya, S.T., M.M., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. memaparkan dinamika pemenuhan kebutuhan SDM dari kacamata manajemen korporasi.

Menurutnya, posisi staf umum bagi lulusan baru (fresh graduate) relatif mudah diisi.

Namun, posisi teknis spesifik serta pekerjaan yang membutuhkan pengalaman di atas 5 tahun—seperti perawat spesialis ICU atau kamar operasi di sektor kesehatan—menjadi tantangan berat bagi industri.

Untuk menjembatani kesenjangan keterampilan (skill gap) tersebut, perusahaan skala menengah dan besar kerap mengandalkan program Management Trainee (MT).

Di sisi akademis, perguruan tinggi dituntut aktif meremajakan kurikulum secara berkala, membuka program studi berorientasi masa depan seperti Artificial Intelligence (AI), serta mewajibkan mata kuliah kewirausahaan dan pemagangan.

"Lowongan kerja yang sifatnya umum sebetulnya bisa langsung dipenuhi, tetapi yang memerlukan skill tinggi dan pengalaman lebih dari 5 tahun itu yang sukar. Kekurangan ini biasa dijembatani perusahaan melalui program Management Trainee. Dari sisi perguruan tinggi, kurikulum harus diadaptasi dengan cepat. Di UI misalnya, dibuka program studi baru Artificial Intelligence dan mata kuliah kewirausahaan diwajibkan agar mahasiswa terpapar dunia nyata," ujar Aryana saat hadir sebagai pembicara dalam program Merah Putih Paradoks Indonesia di Nusantara TV yang dipandu Host Muhammad Irsal, Jumat (9/10).

Aryana juga menerangkan perbedaan tingkatan kognitif antara pendidikan menengah dan tinggi.

Pendidikan menengah (SMA/SMK) berfokus pada tahap pemahaman hingga pengaplikasian praktis, sedangkan perguruan tinggi melatih mahasiswa pada level analisis, evaluasi, hingga penciptaan karya (creation).

Oleh karena itu, kedua jenjang tersebut saling melengkapi dan tidak saling meniadakan di pasar kerja.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close