Nusantaratv.com - Honda Motor membukukan kerugian tahunan pertamanya dalam hampir 70 tahun.
Kondisi tersebut membuat CEO Honda, Toshihiro Mibe, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para pemegang saham atas memburuknya kinerja keuangan perusahaan.
Permintaan maaf itu disampaikan Mibe dalam rapat umum pemegang saham yang digelar pada Jumat (26/6/2026).
Meski Honda membukukan rugi bersih pada tahun fiskal sebelumnya, para pemegang saham tetap memberikan kepercayaan kepada Mibe untuk kembali menjabat sebagai anggota dewan direksi.
Selain menyetujui pencalonan kembali Mibe, para pemegang saham juga mengesahkan 10 anggota dewan direksi lainnya. Susunan tersebut terdiri atas sembilan direktur petahana dan satu direktur baru.
"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pemegang saham atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang signifikan yang disebabkan oleh kerugian bersih yang tercatat dalam hasil keuangan tahun fiskal sebelumnya," ujar Mibe di awal rapat, seperti dilaporkan Reuters.
Honda tengah berupaya bangkit setelah mencatat kerugian tahunan pertamanya dalam tujuh dekade.
Kinerja negatif tersebut dipicu oleh mahalnya biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik (electric vehicle/EV) serta semakin ketatnya persaingan dengan produsen mobil asal China.
Perusahaan menggelontorkan dana lebih dari US$9 miliar atau sekitar Rp161 triliun (kurs Rp17.900 per dolar AS) untuk merombak bisnis kendaraan listriknya agar lebih kompetitif di masa depan.
Akibat beban tersebut, Honda membukukan rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau sekitar Rp45,7 triliun pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
Padahal, pada tahun fiskal sebelumnya Honda masih mencatatkan laba sebesar 1,2 triliun yen atau sekitar Rp132,4 triliun.
Penurunan drastis ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan dalam beberapa dekade terakhir.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh