Nusantaratv.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan perluasan penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa berisiko menjadi langkah strategis dalam mengendalikan kejadian luar biasa (KLB) campak pada 2026.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan di Jakarta, Kamis, 9 April 2026, kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat akibat meningkatnya kasus campak di berbagai daerah.
Dia menegaskan BPOM memastikan ketersediaan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu melalui pemberian persetujuan penggunaan vaksin campak bagi anak maupun orang dewasa.
"Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-11 tahun 2026 tercatat 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Meski menunjukkan penurunan signifikan hingga 93 persen dari puncak 2.220 kasus menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret 2026, pemerintah tetap menekankan pentingnya surveilans ketat karena risiko penularan masih ada, termasuk pada kelompok dewasa dengan cakupan imunisasi yang belum optimal," katanya.
Taruna menambahkan bahwa keputusan perluasan indikasi ini didasarkan pada evaluasi ilmiah yang menyeluruh dan berbasis data.
Dalam prosesnya, BPOM juga berkonsultasi dengan World Health Organization, melibatkan Komite Nasional Penilai Obat, serta menganalisis data uji klinik dan bukti penggunaan di berbagai negara.
"Sebagai WHO-Listed Authority (WLA) di bidang vaksin, BPOM melaksanakan proses evaluasi berbasis data dan kolaborasi internasional dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, BPOM resmi memberikan persetujuan penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk kelompok dewasa berisiko sejak Selasa, 7 April 2026. Kehadiran vaksin ini melengkapi jenis vaksin yang sebelumnya telah tersedia.
"Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah guna memastikan bahwa vaksin yang digunakan masyarakat memenuhi standar keamanan, kualitas, dan efikasi," tegas Taruna.
Selain pertimbangan epidemiologi, aspek ketersediaan vaksin juga menjadi perhatian. Selama ini, vaksin produksi dalam negeri oleh Bio Farma telah tersedia secara luas, meskipun penggunaannya lebih diprioritaskan untuk anak-anak.
Dengan adanya perluasan ini, pemanfaatan vaksin dalam negeri diharapkan dapat lebih optimal untuk mendukung kebutuhan vaksinasi pada orang dewasa.
Selain vaksin produksi Bio Farma, vaksin campak kombinasi measles-mumps-rubella (MMR) dari produsen lain seperti GlaxoSmithKline dan Merck Sharp & Dohme juga telah tersedia bagi kelompok usia dewasa.
Taruna juga menegaskan bahwa program vaksinasi ini akan diprioritaskan bagi kelompok berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, serta individu yang memiliki kontak erat dengan pasien imunokompromi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia menyampaikan bahwa stok vaksin nasional telah dipersiapkan untuk mendukung program tersebut.
"Saat ini, stok vaksin campak nasional mencapai sekitar 9,8 juta dosis dengan ketahanan stok sekitar 5,5 bulan sehingga pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai prioritas," kata Rizka.
(Sumber: Antara)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh