Nusantaratv.com-Komunitas kebudayaan Batak menggelar ajang Batak Culture Summit 2026 sebagai wadah memperkenalkan kekayaan adat Batak secara inklusif. Event Ini mengangkat tema penguatan nilai-nilai luhur Habatakon sebagai dasar peradaban Batak.
Kegiatan Batak Culture Summit 2026 yang digelar di Nusantara Hall Lantai 9 NT Tower Pulomas Jakarta, 6-7 November 2026 mengangkat keberagaman Batak Raya pada seluruh entitas subsuku Batak yang ada yakni Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Angkola dan Batak Mandailing. Acara dihadiri Direktur Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Kementerian Kebudayaan. Hal ini sebagai bentuk gerakan akar rumput dalam pencatatan dan dokumentasi warisan tradisi yang kerap terlewatkan.
Restu Gunawan mengatakan pemerintah mengapresiasi acara budaya ini yang diinisiasi komunitas Batak untuk melakukan penggalian, inventarisasi dokumentasi terhadap kebudayaan khususnya tentang Batak.

Direktur Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan
"Karena saya kira kebudayaan Batak ini kan banyak sekali, tetapi kita suka apa terlewat untuk pencatatan dan pendokumentasian. Jadi tadi kan ada komitmen untuk melakukan dokumentasi dan lain sebagainya. Mudah-mudahan itu nanti dari dasar pencatatan itu kita bisa pengembangan dan pemanfaatannya gitu. Dan di situ juga ada UMKM tadi kan," ujar Restu Gunawan.
"Jadi mudah-mudahan dari seminar ini dari Batak Culture Summit ini bisa memberikan perspektif baru atau paradigma berpikir baru tentang kebudayaan. Kalau dulu orang selalu ngomongin kebudayaan itu masa lalu, kemudian biaya, tapi mari bahwa kita ubah cara berpikir kita bahwa kebudayaan itu masa lalu, masa kini, dan masa depan," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Batak Culture Summit 2026 Martua Situngkir mengatakan inisiasi acara ini berakar dari keinginan untuk menyatukan seluruh elemen Batak Raya dalam mendukung pembangunan dan pelestarian budaya.
"Jadi kita sebenarnya acara ini terus terang aja bagaimana untuk budaya Batak. Karena budaya Batak ini perlu kita bangkitkanlah supaya ini untuk budaya Batai ini selama ini kita hanya tahunya Batak Toba. Sebenarnya Batak itu kita sebut sekarang Batak Raya. Jadi enam puak, Angkola, Mandailing, Karo, Pakpak, Simalungun dan Toba. Jadi kita sekarang ini mengusahakan kita bikin supaya bisa bersatu ke depan baik dalam soal pembangunan," kata Martua Situngkir.

Ketua Panitia Batak Culture Summit 2026 Martua Situngkir
Lebih lanjut Martua menyampaikan melalui kegiatan ini pihaknya mendorong agar adat budaya Batak terus dikembangkan khususnya kepada generasi muda.
"Supaya apa yang diwariskan oleh nenek moyang kita supaya betul-betul kita jaga dan diwarisi," ujarnya.
Batak Culture Summit 2026 berlangsung selama dua hari, 6-7 November. Beragam kegiatan tentang Batak dihadirkan. Mulai dari seminar hingga pameran seni budaya.
Kegiatan ini menekankan prinsip hubungan kekerabatan. yakni Dalihan Natolu, yaitu mengatur tata cara, menghormati pihak keluarga ibu, menjaga kesetaraan antara saudara, serta falsafah hidup Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon sebagai fondasi karakter generasi penerus.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh