Nusantaratv.com-Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono resmi menjadi anggota luar biasa Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan menyetorkan simpanan pokok sebesar Rp50 juta.
“Koperasi adalah alat bagi mereka yang lemah. Kalau yang lemah berkumpul, menjadi kekuatan. Saya yakin dalam satu tahun koperasi ini akan berubah,” katanya saat meninjau Koperasi Merah Putih Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu, 25 April 2026.
Dalam kunjungannya, Menteri Ferry juga berdialog langsung dengan masyarakat serta para anggota koperasi untuk mendengar aspirasi dan kondisi di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional dalam mendorong perubahan masyarakat dari penerima manfaat menjadi pelaku usaha mandiri.
Menurutnya, koperasi harus difungsikan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan mengutamakan produk lokal. “Koperasi harus menjual kebutuhan pokok sekaligus menyerap hasil pertanian, peternakan, perikanan dan UMKM. Produk lokal harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ke depan koperasi akan diperkuat dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti gudang penyimpanan, alat pengering hasil panen, cold storage untuk hortikultura, layanan kesehatan sederhana, hingga lembaga keuangan mikro.
Ia juga menegaskan pentingnya integrasi koperasi dalam seluruh rantai ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, industri, hingga pembiayaan, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan bahwa koperasi harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi di daerah.
“Kita ini secara politik sudah satu orang satu suara, tetapi dalam ekonomi belum sepenuhnya berjalan sesuai konstitusi. Ekonomi itu usaha bersama, bukan usaha segelintir orang. Keuntungan harus dinikmati bersama,” tegasnya, dikutip dari Antara.
Gubernur Melki juga mengajak masyarakat untuk memperkuat ekosistem koperasi melalui transaksi internal dan kolaborasi lintas pihak.
“Selama koperasi ada, kita harus beli dari koperasi. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri. Harus saling topang dan saling mendukung,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi koperasi agar tidak hanya berfokus pada simpan pinjam, tetapi berkembang ke sektor produksi hingga hilirisasi.
“Jangan berhenti di produksi. Koperasi harus masuk ke distribusi, pemasaran, bahkan industri. Kita harus menguasai seluruh rantai nilai,” tambahnya.
Selain itu, Gubernur Melki turut mengajak seluruh pihak untuk mendukung program nasional pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari visi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Menteri Koperasi menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TLM di Kupang pada Sabtu malam, 25 April 2026.
Selanjutnya, pada Minggu, 26 April 2026, ia dijadwalkan menghadiri RAT Koperasi Swastisari.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh