NusantaraTv.com- AI dan Genomik kini menjadi senjata baru untuk mempercepat diagnosis penyakit langka. Berdasarkan data yang dihimpun redaksi NusantaraTV, secara global lebih dari 300 juta orang hidup dengan penyakit langka dan 80 persen kasusnya memiliki komponen genetik.
Genomics England bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) dan Illumina mengintegrasikan analisis genetik dengan AI, melanjutkan proyek 100.000 genome dan teknologi serupa juga dikembangkan untuk mendeteksi kelainan genetik pada bayi melalui analisis fitur wajah pada kamera ponsel.
Namun penggunaan AI dalam layanan medis tetap memerlukan pengawasan manusia. Selain AI, komputasi kuantum mulai kembangkan untuk mempercepat simulasi obat dan membuka peluang terapi genetik yang lebih terjangkau.
Kini, dalam industri kesehatan untuk membaca data kesehatan tidak lagi hanya melalui laboratorium tetapi genomik dan AI. Nusantara Economic Update menghadirkan dialog untuk membahasnya dengan mengundang Direktur Utama PT Diastika Biotekindo TBK, Yoshua Raintjung.
Baca Juga: Dari Meja Redaksi: FSGI sebut Pelaku Bullying di Sekolah adalah Korban Kekerasan di Rumahnya
Yoshua mengatakan, dengan genomic setiap orang dapat dipetakan penyakitnya dan apa treatment pengobatannya yang tepat.
“Semakin canggihnya teknologi, maka penyakit itu bukannya diobati tetapi bisa dicegah,” ucap Yoshua.
Menurut Yoshua, saat ini sejumlah rumah sakit hingga laboratorium-laboratorium sudah mulai menggunakan genomic untuk melakukan pengecekan terhadap pasiennya. Hal itu dikarenakan AI mempercepat proses dan lebih efisien dann akurat.
“Tetapi AI itu adalah learning machine, artinya dia harus disupply dengan data-data yang tepat dan akurat, supaya dikemudian hari bisa memberikan hasil diagnosa yang tepat dan akurat. Saat ini karena di Indonesia sendiri, genomic baru mulai, baru tumbuh jadi dibutuhkan pengumpulan data yang valid dan besar,” kata Yoshua.
Dialog dalam Program Nusantara Economic Update yang membahas Genomik dan AI episode Senin, 12 Oktober 2026 dapat Anda akses selengkapnya melalui Youtube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh