Nusantaratv.com - Nissan mengumumkan penarikan kembali (recall) untuk 51 pemilik Nissan Leaf generasi terbaru akibat masalah serius pada sistem baterai yang dapat membahayakan keselamatan.
Kendaraan-kendaraan ini berpotensi mengalami "kejadian termal" yang bisa memicu kebakaran, bahkan ketika mobil tidak sedang dalam keadaan menyala atau sedang mengisi daya.
Dikutip dari Carscoops, Sabtu (4/4/2026), masalah ini berawal dari paket baterai lithium-ion 78 kWh yang terpasang pada beberapa unit Nissan Leaf.
Selama proses produksi, bagian katoda baterai yang rusak dapat menyebabkan korsleting internal, yang pada gilirannya dapat memicu suhu berlebihan, atau lebih buruk, kebakaran.
Insiden pertama terjadi di Jepang pada 16 Februari, ketika sebuah Nissan Leaf yang diparkir mengalami peningkatan suhu secara tiba-tiba.
Insiden kedua dilaporkan di Amerika Serikat (AS) pada 2 Maret di salah satu dealer Nissan.
Kedua kejadian tersebut terjadi saat kendaraan dalam keadaan mati dan tidak terhubung dengan sumber listrik, yang menunjukkan masalah ini bisa muncul tanpa peringatan sebelumnya.
Nissan telah menghentikan pengiriman model yang terpengaruh sejak 17 Maret dan mulai memblokir kendaraan-kendaraan tersebut di pelabuhan.
Mereka menggunakan data telematika untuk melacak nomor VIN kendaraan yang terpengaruh dan akan segera menghubungi pemilik untuk menginformasikan penarikan ini. Surat penarikan resmi akan mulai dikirim pada 17 April.
Bagi pemilik Nissan Leaf yang terkena dampak, Nissan memberikan petunjuk untuk segera memarkir kendaraan di luar ruangan dan jauh dari bangunan, serta menghindari pengisian daya hingga perbaikan selesai.
Pemilik juga akan disediakan mobil sewaan selama proses perbaikan, dan biaya penggantian modul baterai atau seluruh paket baterai akan ditanggung oleh Nissan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh