Nusantaratv.com-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto secara langsung merancang desain kaos untuk peringatan May Day yang akan berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Senin, Andi menjelaskan bahwa sejak awal Maret, Presiden telah memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan acara tersebut.
Ia mengatakan, “Saya dipanggil oleh Presiden, duduk berdua. Beliau mendesain khusus kaos May Day. Ini yang harus saya sampaikan ke publik, begitu sayangnya beliau sama buruh,” katanya.
Lebih lanjut, Andi menirukan langsung arahan Presiden terkait desain kaos tersebut.
"Desainnya betul-betul dari beliau langsung. 'Andi, mesti ada lihat (karakter buruh) perempuannya. Jangan buruh laki-lakinya kelihatan', kami kasih. Kurang, 'perempuannya jangan cuma satu, tambah lagi.' Itu luar biasa," imbuhnya.
Selain memperhatikan desain, Presiden juga disebut meminta agar bahan kaos yang digunakan berkualitas baik sehingga nyaman dipakai para buruh selama kegiatan berlangsung.
“Seorang Presiden, seorang kepala negara, sejak tiga bulan sebelum May Day sudah berpikir soal buruh jangan kepanasan,” ujarnya.
Baca juga: Profil Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Tak hanya itu, Prabowo juga menyiapkan payung untuk mengantisipasi panas terik saat acara berlangsung.
Andi menilai perhatian tersebut bukan berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan bentuk kepedulian layaknya seorang ayah kepada anaknya.
Ia menambahkan, “Bahkan, 'Nanti Pak Andi, saya tidak ingin buruh keluar dari Monas cemberut’,” katanya, dikutip dari Antara.
Andi juga menegaskan bahwa seluruh kebutuhan seperti kaos dan payung tidak menggunakan anggaran negara.
“Kaos, payung, semua dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto. Itu saya tahu persis,” ujarnya.
Presiden Prabowo dijadwalkan akan menghadiri langsung peringatan May Day yang akan digelar di Monumen Nasional (Monas) pada Jumat, 1 Mei 2026.
Acara tersebut diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah dan konfederasi pekerja di Indonesia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh