Nusantaratv.com - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus melanjutkan pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu yang berada di lapangan lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur. Proyek ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional.
General Manager PT PHM, Setyo Sapto Edi, menyatakan bahwa progres proyek tersebut masih berjalan sesuai rencana.
"Pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lapangan lepas pantai South Mahakam terus berproses," ujar Setyo, Senin, 30 Maret 2028 saat menjelaskan perkembangan produksi migas di wilayah Balikpapan.
Ia menjelaskan, lokasi proyek berada sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan dengan kedalaman laut antara 50 hingga 60 meter. Fasilitas yang dibangun nantinya dirancang mampu mengalirkan gas hingga 80 juta metrik standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Saat ini, proyek telah memasuki tahap pemindahan kerangka anjungan (load out jacket) dari fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026.
Tahapan tersebut merupakan langkah awal sebelum struktur anjungan dikirim ke lokasi operasi di Selat Makassar untuk dipasang. Selanjutnya, bagian atas anjungan (topside) dijadwalkan menyusul pada pertengahan April 2026, dengan target seluruh instalasi platform rampung pada awal kuartal III atau sekitar Juli hingga pertengahan Agustus 2026.
Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan struktur atas dengan bobot sekitar 2.400 ton, pemasangan pipa bawah laut sepanjang 2,5 kilometer, serta pengeboran 11 sumur pengembangan.
"Ada juga konstruksi bagian atas dengan total bobot sekitar 2.400 ton, serta juga dipasang pipa bawah laut sepanjang sekitar 2,5 kilometer dan mengebor 11 sumur pengembangan," katanya.
Sebagai anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PHM mengelola wilayah kerja Mahakam yang sebelumnya dikenal sebagai Total Indonesie sebelum alih kelola pada 2017. Proyek Manpatu juga mencatat kemajuan dalam penggunaan komponen dalam negeri, dengan penerapan pipa produksi lokal secara penuh, mulai dari pipa bawah laut hingga sambungan di anjungan.
Di sisi keselamatan kerja, PHM melaporkan pencapaian lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (lost time incident/LTI) hingga Maret 2026. Proyek Manpatu sendiri termasuk dalam kategori jalur cepat (fast track), dengan target mulai berproduksi (onstream) pada kuartal I tahun 2027, demikian Setyo Sapto Edi.
(Sumber: Antara)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh