Purbaya Diganti Suahasil, Bakom RI: Ibarat Mbappé Abis Cetak Gol Lalu Diganti Pelatih

Purbaya Diganti Suahasil, Bakom RI: Ibarat Mbappé Abis Cetak Gol Lalu Diganti Pelatih

Nusantaratv.com - 24 September 2026

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Fithra Faisal dalam program Suara Nusantara di Nusantara TV
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Fithra Faisal dalam program Suara Nusantara di Nusantara TV

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Fithra Faisal, memberikan penjelasan mengenai dinamika pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil Nazara.

Fithra mengibaratkan keputusan strategis Presiden tersebut seperti rotasi pemain dalam pertandingan sepak bola.

Fithra menjelaskan bahwa pencopotan Purbaya bukan disebabkan oleh kegagalan kinerja, melainkan murni bagian dari kebutuhan taktis tim pemerintahan.

"Bayangkan Kylian Mbappé setelah mencetak dua gol dia sedang melakukan selebrasi menghadap pada suporternya dengan lagi hot-hot-nya, tiba-tiba Jose Mourinho pelatih dari Real Madrid memanggilnya 'kamu diganti'. Kenapa diganti? Bukan karena dia tidak mencetak gol, bukan karena ingin... ya ada semacam kebutuhan tim," ujar Fithra Faisal dalam program Suara Nusantara di Nusantara TV, Rabu (23/9) malam.

Ia menambahkan bahwa Presiden memiliki sudut pandang luas (helicopter view) serta hak prerogatif penuh untuk menentukan komposisi menteri yang paling sesuai dengan kebutuhan strategi makro.

Ibarat strategi katenocio atau memperkuat pertahanan (defensive stance), pergantian ini bertujuan mempertahankan keunggulan ekonomi yang telah diraih di semester pertama.

Menjaga Kredibilitas Fiskal dan Kepercayaan Pasar

Lebih lanjut, Fithra menekankan bahwa penunjukan Suahasil Nazara menjamin adanya keberlanjutan program pembangunan tanpa menciptakan disrupsi ekstrem yang dihindari oleh pasar keuangan.

Suahasil yang menjabat di jajaran Kementerian Keuangan sejak 2016 dipastikan tetap menjaga batas defisit fiskal secara aman.

"Ini kesinambungan ya, kalau kita bicara market, market tidak ingin adanya disrupsi yang terlalu ekstrem. Dari sisi program-program pembangunan ada keberlanjutan, tetapi ada patronnya, yaitu defisit fiskal kita masih akan tetap terjaga di bawah 3%," kata Fithra.

Fithra mengungkapkan bahwa rekam jejak Suahasil dalam merancang Postur APBN sudah teruji, termasuk saat mendampingi Purbaya dalam perancangan target defisit.

Kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia ini juga terbukti dari penilaian lembaga pemeringkat internasional seperti S&P yang mempertahankan rating serta outlook Indonesia tetap stabil.

Berdasarkan capaian APBN, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.555,6 triliun (tumbuh 25,4% yoy) dan belanja negara sebesar Rp2.295,7 triliun (naik 17,1% yoy), sehingga defisit fiskal tetap terjaga rendah di angka 0,93% atau Rp240,1 triliun.

Keunggulan Ekonomi Regional dan Penataan Utang

Selain faktor kredibilitas, Fithra menyoroti latar belakang akademis Suahasil dari Universitas Indonesia di bidang regional economics (ekonomi regional). Keahlian tersebut dinilai sangat dibutuhkan Presiden untuk memperkuat sinergi serta hubungan ekonomi antara pemerintah pusat dan daerah.

Terkait catatan ekonom internasional Ricardo Hausmann mengenai debt service ratio atau porsi pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara yang berada di kisaran 15% hingga 18%, Fithra menyebut hal itu sudah menjadi perhatian Suahasil.

"Meskipun debt-to-GDP ratio kita masih sangat bagus dalam standar internasional, tetapi pembayaran bunga dibandingkan revenue sudah di atas batas yang alarming menurut beberapa tinjauan akademis. Itu sebenarnya sudah diperhatikan juga oleh Pak Suahasil," pungkasnya.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close