Nusantaratv.com - Chery Sales Indonesia buka suara terkait penarikan kembali atau recall Chery Omoda 5 di Malaysia akibat masalah pada komponen gandar atau as roda belakang.
Meski model tersebut juga dipasarkan di Indonesia, Chery belum memutuskan untuk melakukan langkah serupa di Tanah Air.
Chery Indonesia menyatakan masih berkoordinasi dengan pihak prinsipal atau Chery global untuk menunggu hasil investigasi terkait insiden tersebut.
"Kami telah menerima informasi mengenai program recall yang dikeluarkan oleh Chery Auto Malaysia terkait insiden Omoda 5. Kami terus berkoordinasi dan menunggu hasil investigasi dari Chery global," tulis Chery Indonesia dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Hingga saat ini, Chery Indonesia mengaku belum menerima laporan mengenai insiden serupa di Indonesia.
Meski demikian, konsumen yang ingin memastikan kondisi kendaraannya dapat menghubungi layanan Customer Care atau mendatangi bengkel resmi Chery untuk melakukan pemeriksaan.
Langkah tersebut dapat menjadi pilihan bagi pemilik Omoda 5 yang ingin memastikan kondisi kendaraannya tetap aman, sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil investigasi Chery global.
"Hingga saat ini, kami belum menerima laporan insiden serupa di Indonesia. Namun untuk memberikan rasa tenang, bagi konsumen yang ingin memeriksakan kendaraanya dapat menghubungi Customer Care atau langsung mengunjungi bengkel resmi Chery Indonesia," lanjut keterangan tersebut.
Chery Recall 8.878 Unit Omoda 5 di Malaysia
Kasus ini mencuat setelah Chery kembali menarik ribuan unit Omoda 5 di Malaysia akibat masalah pada komponen gandar belakang.
Mengutip CarNewsChina, jumlah kendaraan yang masuk dalam program recall kali ini mencapai 8.878 unit, jauh lebih banyak dibandingkan penarikan sebelumnya yang melibatkan 600 kendaraan pada 2024.
Insiden terbaru dilaporkan terjadi di Johor Bahru, Malaysia. Sebuah Chery Omoda 5 mengalami kerusakan pada bagian as roda belakang ketika sedang dikendarai.
Laporan kejadian tersebut dipublikasikan pada 8 Oktober 2026, sementara pengumuman resmi program recall disampaikan Chery Malaysia pada 11 Oktober 2026.
Pihak Chery menyebut kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan Omoda 5 produksi 2023. Insiden itu dilaporkan tidak menimbulkan korban luka.
Persoalan ini turut berdampak pada pemasaran Omoda 5 di Malaysia. Departemen Transportasi Jalan Malaysia atau Road Transport Department (JPJ) menangguhkan persetujuan tipe kendaraan (Vehicle Type Approval/VTA) untuk model tersebut.
Kebijakan ini membatasi pendaftaran kendaraan baru hingga investigasi teknis selesai.
Investigasi Temukan Masalah pada Pengelasan
Setelah insiden tersebut, Chery melakukan investigasi bersama JPJ Malaysia. Hasil pemeriksaan menemukan bahwa sejumlah titik pengelasan pada lengan penahan gandar belakang tidak memiliki kekuatan yang memadai.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan ketika kendaraan digunakan dalam kondisi ekstrem. Chery juga menyatakan bahwa kendaraan dengan desain terkait sudah tidak lagi diproduksi.
Sebagai tindak lanjut, Chery menarik kembali 8.878 unit Omoda 5 untuk menjalani pemeriksaan komponen. Apabila ditemukan masalah, komponen terkait akan diganti tanpa biaya bagi pemilik kendaraan.
Pabrikan asal Wuhu, China, tersebut juga menyatakan akan melakukan pemeriksaan serupa terhadap kendaraan produksi 2023 di sejumlah pasar luar negeri lainnya.
Program recall ini mencakup Omoda 5 varian C dan H. Namun, Chery tidak merinci tahun produksi seluruh kendaraan yang masuk dalam kampanye penarikan tersebut. Varian terkait diketahui telah dihentikan produksinya di Malaysia pada 2025.
Bukan Kali Pertama Omoda 5 Kena Recall
Masalah pada komponen gandar belakang Omoda 5 di Malaysia bukan kali pertama terjadi. Pada 2024, Chery juga menarik 600 unit kendaraan model tersebut setelah muncul persoalan serupa.
Dalam kasus terbaru, JPJ Malaysia turut menangguhkan persetujuan tipe kendaraan Omoda 5. Pembatasan pendaftaran unit baru akan berlaku hingga investigasi teknis dinyatakan selesai.
Sementara itu, di Indonesia, Chery masih menunggu hasil investigasi dari prinsipal sebelum menentukan langkah selanjutnya. Konsumen yang ingin memeriksakan kendaraan dapat menghubungi Customer Care atau mengunjungi bengkel resmi Chery Indonesia.
Perkembangan hasil investigasi tersebut akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah diperlukan langkah lanjutan terhadap model terkait di pasar Indonesia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh