Siswa SMK Negeri 7 Medan Senang Sekolah Direvitalisasi Pemerintah: Tambah Semangat!

Siswa SMK Negeri 7 Medan Senang Sekolah Direvitalisasi Pemerintah: Tambah Semangat!

Nusantaratv.com - 05 Januari 2026

Siswa SMK Negeri 7 Medan senang sekolah direvitalisasi Pemerintah/ist
Siswa SMK Negeri 7 Medan senang sekolah direvitalisasi Pemerintah/ist

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Pemerintah telah merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di Tanah Air, termasuk sekolah-sekolah di Sumatra Utara. Salah satunya adalah SMK Negeri 7 Medan. Program ini pun mendapat sambutan antusias dari para guru dan siswa di sekolah tersebut.

Muhammad Aji Surono, siswa kelas XI jurusan kuliner, mengaku perbaikan bangunan dan fasilitas sekolah menambah semangat belajar dirinya dan teman-teman.

“Perasaan senang membanjiri saya. Karena kan dengan adanya program ini, sekolah kami sangat terbantu akan fasilitas. Dan fasilitas yang kami terima, bisa membuat kami belajar dengan lebih nyaman,” kata Aji saat ditemui di sekolahnya, Senin 5 Januari 2026.

SMK Negeri 7 Medan menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi senilai Rp3,17 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan empat gedung baru guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan.

Selain revitalisasi bangunan, SMK Negeri 7 Medan juga menerima dukungan digitalisasi pembelajaran, antara lain berupa Interactive Flat Panel (IFP) serta perangkat pendukung teknologi informasi lainnya. Perangkat tersebut memperkuat pembelajaran interaktif sekaligus mendukung praktik pembelajaran berbasis digital.

“Sebelumnya kan untuk gedung hanya lantai 1 sekarang ada lantai 2. Kursi-kursi menjadi lebih baru, dan meja juga baru,” sambung Aji. Menurutnya, fasilitas baru ini membuat ia dan rekan-rekannya semakin termotivasi untuk belajar lebih sungguh-sungguh demi meraih prestasi.

“Pastinya kami lebih semangat untuk belajar. Fasilitas baru, gedung baru, dan itu akan menambah semangat kami untuk lebih meraih ilmu dan prestasi,” ujar siswa yang dua hari lagi genap berusia 17 tahun tersebut.

Meski demikian, Aji mengakui sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran membutuhkan proses adaptasi, terutama penggunaan smart board atau Interactive Flat Panel (IFP) yang digunakan untuk memodernisasi metode pengajaran di sekolah.

“Karena kan beberapa siswa masih asing dengan smartboard ini. Tapi kalau untuk komputer, karena memang sudah diajar dari kelas 1, kami sudah mengenal basic-basic komputer. Jadi, kalau untuk komputer, kami tidak terlalu membutuhkan adaptasi berlebihan,” jelasnya.

Aji berharap bantuan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan dapat terus diberikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia agar mutu pendidikan nasional semakin maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asia, seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea.

“Lalu untuk ke depannya, lanjutkan program-program yang mendukung pendidikan di Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih karena telah mendukung program-program yang sangat baik dan bagus untuk pendidikan Indonesia. Terima kasih, Presiden Prabowo,” tutupnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close