Nusantaratv.com - Upah dari menjahit tak cukup bagi Nur Alisa, warga Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk keluar dari jeratan utang. Jangankan untuk membayar utang, untuk kehidupan sehari-hari saja dia selalu was-was.
Sebagai penjahit, Alisa hanya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu dalam seminggu. Sementara, suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan berpenghasilan rata-rata per hari Rp100 ribu.
Walaupun digabung, penghasilan mereka belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga orang anak. Apalagi untuk mencicil melunasi utang.
"Sekarang saya kerja di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/dapur MBG). Alhamdulillah, bisa sedikit melunasi utang sama bisa mencukupi kebutuhan anak, buat bayar sekolah," ujar Alisa.
Anak Alisa paling besar adalah siswa kelas 1 MTs, anak kedua masih duduk di bangku taman kanan-kanan (TK). Sementara anak ketiga masih berumur tiga tahun.

Nur Alisa berharap program MBG tetap bisa terus berlanjut. (Foto: Dok/Istimewa)
Kini, Alisa diterima bekerja di SPPG Polokarto Sukoharjo. Alisa juga masih bisa menyambi menjahit.
Dia berharap program MBG ini tetap bisa terus berlanjut. Selain untuk kebutuhan nutrisi anak-anak Indonesia, kebutuhan sehari-harinya juga bisa terpenuhi.
"Mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas program ini. Bisa membantu ekonomi keluarga saya, bisa menyekolahkan anak saya. Alhamdulillah teman-temannya juga baik-baik semua," kata Alisa.
"Terima kasih Pak Prabowo (Presiden RI Prabowo Subianto). Semoga Pak Prabowo sehat terus, sukses selalu, dapat mengayomi warganya," tutup Alisa.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh