BRIN Dorong Penguatan Inovasi Daerah untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional

BRIN Dorong Penguatan Inovasi Daerah untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional

Nusantaratv.com - 24 Februari 2026

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kanan) bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy (kiri) di sela-sela peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 di Jakarta, Selasa 24 Februari 2026. ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kanan) bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy (kiri) di sela-sela peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 di Jakarta, Selasa 24 Februari 2026. ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan bahwa penguatan inovasi di tingkat daerah merupakan fondasi penting dalam meningkatkan daya saing nasional.

Dalam peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 di Jakarta pada Selasa, 23 Februari 2026, Arif mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia untuk memperbesar kapasitas inovasi wilayahnya sebagai langkah strategis mempercepat transformasi menuju Indonesia Emas 2045.

"BRIN punya kewajiban untuk bisa bersama-sama daerah, memperkuat daya saing inovasi di semua daerah di Indonesia," katanya.

Ia menyampaikan bahwa BRIN siap mendukung pemerintah daerah melalui perangkat kelembagaan seperti Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) maupun Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurut Arif, optimalisasi peran Brida dan Baperida memerlukan pendekatan vertikal dan horizontal agar proses hilirisasi inovasi dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan daya saing daerah.

"Inovasi bisa berbasis bersumber dari daerah, tapi juga inovasi bisa bersumber dari pusat untuk diimplementasikan di daerah," jelas Arif.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara visi dan implementasi kebijakan agar proses transformasi berjalan efektif dan inklusif.

"Kesinambungan visi dan eksekusi ini harus berimbang. Sehingga, visi tidak sekedar visi, kita turunkan pada strategi, sampai pada eksekusi. Maka, itulah sebenarnya hakikat proses transformasi berjalan," ucap Arif Satria.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa daya saing daerah ditentukan oleh kualitas faktor produksi, infrastruktur, sumber daya manusia, kekayaan sumber daya alam, serta kapasitas inovasi.

"Inovasi dan tata kelola yang baik menjadi pengungkit utama prioritas dan percepatan pembangunan. Karena itu, inovasi dan teknologi harus diratakan sampai ke tempat-tempat yang paling ujung," ucap Rachmat Pambudy.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close